Metode Condition Monitoring SKF Dalam Menjaga Daya Tahan Bearing

Salah 1 faktor yang berperan penting  dalam beroperasinya sebuah mesin adalah bagian bearingnya. Bagian ini memang rawan rusak karena harus berputar terus-menerus selama mesin dinyalakan.  Bearing jadi mengalami gesekan secara konstan sehingga rentan mengalami berbagai masalah. Oleh karena itulah diperlukan sebuah condition monitoring skf yang meliputi :

  1. Monitor pada kenaikan suhu bearing 

Gesekan yang terjadi  pada bearing akan menyebabkan kenaikan suhu. Ini adalah hal yang normal selama kenaikan suhu terjadi secara merata di setiap bagian dari bearing tersebut. Namun karena masalah tertentu menyebabkan suhu di 1 bagian lebih tinggi daripada yang lainnya. Contoh penyebab masalah seperti ini adalah pemasangan yang tidak tepat, menyebabkan ada bagian bearing yang terpasang secara rapat, ada yang lebih longgar. Bagian yang lebih rapat akan  mendapatkan dampak gesekan lebih kuat sehingga suhunya pasti akan lebih cepat naik.

Untuk mencegah hal seperti itulah maka dalam monitor bearing skf, suhu bearing diawasi secara khusus menggunakan laser termometer atau kamera termal. Harapannya bila terjadi masalah kenaikan suhu tiba-tiba, dapat segera dideteksi lebih cepat titik mana yang mengeluarkan panas paling tinggi. 

  1. Monitor pada kecepatan rotasi bearing

Kecepatan mesin beroperasi pasti dipengaruhi juga seberapa cepat bearingnya berputar. Bila kecepatan putarannya kurang atau melebihi yang distandarkan  itu menandakan bearing sedang mengalami masalah. Contohnya seperti baut yang menguatkan bearing dengan porosnya tidak terpasang dengan baik. Bila terlalu longgar akan membuat bearing berputar lebih cepat secara tidak terkontrol.

Oleh karena itu pengawasan kecepatan juga menjadi hal yang penting dalam strategi predictive maintenance SKF. Oleh karenanya digunakanlah sebuah alat yang disebut tachometer untuk mengawasi perubahan kecepatan yang dialami bearing tiap waktunya  

  1. Monitor pada visual dari  bearing

Condition monitoring skf berikutnya adalah visual dari  bearing tersebut. Tentu mengecek kondisi visual ini idealnya harus menghentikan mesin terlebih dahulu karena pasti sulit melihatnya saat sedang beroperasi. Namun ada kalanya penghentian operasi sementara ini tidak memungkinkan terlebih apabila suatu perusahaan sedang mengejar target produksi tertentu.

Untuk mengatasi kendala tersebut maka dipakailah kedua alat berikut ini :

  1. Stroboscope

Masalah pada bearing dapat didiagnosis paling mudah dari luar melihat pada komponen-komponen penunjang yang terhubung dengan bearing tersebut. Komponen penunjang itu antara lain :

  1. Baling-baling kipas
  2. Kopling
  3. Sabuk drive

Supaya kondisi visual dari bagian ini dapat dilihat digunakanlah stroboscope yang berbentuk seperti senter. Sinar dari alat ini secara visual seolah-olah dapat “menghentikan” pergerakan pada bagian yang disorot sehingga lebih mudah dicek

  1. Endoscopy

Tentu pengecekan juga harus menyeluruh sampai pada bagian dalam sistem bearing. Pengecekan ini masih memungkinkan dilakukan saat mesin menyala berkat adanya endoscopy yang dapat menyelinap masuk ke celah-celah tertentu.