mengetahui cara menghitung bunga bank sebelum melakukan pinjaman

Cara Menghitung Bunga Bank Bagi Peminjam Dana

Bunga pinjaman yaitu kompensasi yang diberikan oleh pihak bank kepada penerima dana pinjam. Bunga bank ditentukan oleh pihak bank atas dasar beberapa perhitungan. Bunga bank terbagi atas beberapa jenis seperti bunga flat dan bunga efektif, kedua jenis bunga tersebut memiliki cara perhitungan nya tersendiri. Bagaimana cara menghitung bunga bank tersebut? Simak artikel dibawah ini. 

Cara Menghitung Bunga Bank Flat

Bunga flat merupakan jenis suku bunga yang memiliki jumlah pembayaran yang sama dengan besaran pembayaran pokok yang biasanya diperuntukan untuk sistem kredit jangka pendek. Cara menghitung bunga perbulan dengan jenis flat bisa dilakukan dengan ketentuan rumus sebagai berikut : 

( Pokok pinjaman x Suku bunga pertahun x Jumlah jangka waktu kredit(tahun) ) / Jumlah jangka waktu kredit (bulan)

Contoh: Seorang nasabah diberikan pokok pinjaman sebesar Rp30 Juta yang kemudian dikenakan bunga sebesar 5% tiap tahun dengan kesepakatan waktu pembayaran selama 2 tahun. Maka perhitungannya: (30.000.000 x 5% x 2)/24= Rp 125.000.

Maka jika Rp30 Juta/ 24= Rp 1.250.000 maka nasabah akan ditambah biaya bunga sebesar Rp 125.000 jadi jumlah tagihan perbulan yang harus dibayar yaitu sebesar Rp 1.375.000.

Cara Menghitung Bunga Bank dengan jenis bunga efektif

Bunga bank efektif cenderung memiliki jangka waktu yang Panjang tapi, besaran bunga dana efektif relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan bunga flat, oleh karena itu system perhitungannya pun akan berbeda.

Cara menghitung bunga bank pinjaman efektif: Saldo Pokok x Suku bunga pertahun x (30/360). Contoh: 

Pokok pinjaman: Rp 300 Juta

Bunga efektif yang didapat: 10% per tahun

Jangka waktu pengembalian: 2 tahun (24 bulan), maka perhitungannya yaitu:

Angsuran bulan pertama:

Jumlah yang harus diangsur per bulan: Rp 300 juta/24 = Rp 12.500.000

Jumlah bunga per bulan: Rp 300 juta x 10% x (30/360) = Rp 2.500.000

Maka jumlah angsuran yang harus dibayar pada bulan pertama yaitu sebesar Rp 12.500.000 + Rp 2.500.000 = Rp 15 Juta.

Untuk bulan selanjutnya karena saldo pokok sudah terbayar sebesar Rp 12.500.000 maka saldo pokok awal dikurang Rp 12.500.000. maka dari itu jumlah angsuran pada bulan kedua akan berkurang dan itu berlaku juga bagi bulan-bulan selanjutnya.

Itulah beberapa cara menghitung bunga bank pinjaman dengan jenis bunga flat dan efektif, semoga bermanfaat bagi kawan-kawan yang ingin melakukan atau mengambil pinjaman.

Ilustrasi Kalkulator Kredit

Bagaimana Cara Kerja Leasing Mobil

Kalkulator kredit – Melakukan kredit sebuah kendaraan bermotor memang sangat umum pada saat ini. Hal tersebut disebabkan karena kebutuhan akan dunia transportasi semakin meningkat seiring dengan perkembangan saat ini. Meningkatkan sebuah sistem kredit karena disebabkan pembelian kendaraan yang semakin hari semakin meningkat. 

Dengan adanya sistem kredit akan semakin memudahkan masyarakat dalam mendapatkan kendaraan sesuai dengan budget yang dimiliki. Konsumen juga bisa melakukan simulasi kalkulator kredit mobil terlebih dahulu sebelum membelinya untuk menyesuaikan anggaran bulanannya supaya lebih ringan. 

Untuk mengetahui kalkulator kredit kita bisa datang ke leasing mobil yang kita inginkan di sekitaran kota dekat tempat kita tinggal. Lalu sebenarnya apa sih fungsi leasing itu dan cara kerjanya. 

Memahami Fungsi Leasing 

Leasing atau dalam bahasa inggrisnya adalah “lease” yang memiliki arti menyewakan. Jika dilihat dari sudut pandang dalam bidang perbankan maka leasing berarti sebuah aktivitas pembiayaan  yang dilakukan sebuah perusahaan yang berbentuk pengadaan atau peminjaman barang yang sudah diatur pada sebuah perjanjian atau kesepakatan sebagai berikut ini :

1.Seorang penyewa harus membayar secara bertahap misalkan sekali dalam satu bulan. 

  1. Masa sewanya akan ditentukan dengan jangka waktu tertentu, bisa 2 tahun, 1 tahun, 4 tahun atau bisa lebih dari diatas 5 tahun. 
  2. Perusahaan yang bertindak sebagai pemakai barang memiliki sebuah pilihan agar menyerahkan atau membeli barang yang memang sudah disewa tersebut pada akhir rentan waktu yang sudah ada dalam Perjanjian leasing tersebut. 

Perjanjian dengan leasing ada tiga pihak yang memang akan terlibat diantaranya :

  1. Lesse, adalah sebagai pihak yang memang menggunakan barang tersebut. 
  2. Lessor, merupakan sebuah pihak yang memberikan dana dan merupakan pihak yang memberikan pelayanan. 
  3. Supplier, adalah pihak yang menyediakan barang termasuk juga dalam menyediakan jasa asuransi yang akan digunakan. 

Pada umumnya kebanyakan orang akan lebih mengenal leasing adalah sebuah cara membayar terhadap suatu barang tertentu, yang mana leasing pada umumnya akan diajukan oleh seorang pemohon baik itu dari perusahaan, perorangan dan suatu organisasi. 

Barang yang diajukan kepada leasing pada umumnya adalah motor, mobil, mesin pabrik, peralatan untuk kantor dan lain sebagainya. 

Proses dalam pengajuan kepada leasing  tidak akan sesulit yang dipikirkan dan bisa diselesaikan dengan waktu yang memang relatif lebih cepat. Pemohonnya hanya cukup datang ke kantor cabang yang sudah tersedia dan dapat meminta penjelasan terkait seluk beluk mobil yang akan di kredit, harga mobilnya, kalkulator kredit mobilnya berapa, asuransi mobil dan lain sebaiknya yang berkaitan dengan mobil yang akan kamu beli kepada staf yang sedang bertugas di leasing tersebut. Agar kamu dapat mempertimbangkan dan bisa menyesuaikan dengan nilai budget yang kamu.

solusi tepat membutuhkan barang dengan cepat dan mudah menggunakan sistem penjualan kredit

Mengenal Penjualan Kredit Dan Sistem Yang Dimilikinya

Penjualan kredit menjadi solusi tepat bagi Anda yang membutuhkan barang dengan segera. Pasalnya dengan adanya sistem penjualan tersebut, Anda bisa mendapatkan barang dengan mudah. Bahkan tanpa harus membayarnya secara utuh. 

Mengenal penjualan kredit 

Penjelasan singkat di bagian atas, mungkin sedikit membingungkan. Pasalnya bagaimana Anda bisa mendapatkan barang yang diinginkan. Sedangkan Anda sendiri tidak memiliki uang untuk mendapatkannya. 

Dalam hal ini, penjualan kredit adalah jenis penjualan dengan sistem pembayaran bertahap. Dengan kata lain, Anda sebagai pembeli dapat melakukan pembayaran dengan cara dicicil. Itu sebabnya Anda tidak membutuhkan uang secara utuh untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. 

Untuk jumlah cicilannya itu sendiri umumnya akan disesuaikan dengan rentang waktu yang diperlukan. Hal tersebut biasanya akan disesuaikan dengan kemampuan pembeli. Namun ada pula yang disesuaikan dengan masa kredit barang yang ditentukan oleh pihak penjual. 

Dari sekian banyak produk yang dijual dengan cara kredit. Beberapa di antaranya hadir dengan tambahan bunga yang ditentukan oleh pihak penjual. Namun selain hal tersebut, ada pula penjualan kredit yang tidak disertai dengan bunga. 

Penjualan kredit juga seringkali dilakukan dalam bentuk penjualan non tunai. Hal tersebut banyak dilakukan agar laba yang bisa didapatkan oleh pihak penjual jauh lebih besar dibandingkan dengan laba dari penjualan tunai. 

Penjualan kredit juga hadir dengan fungsinya tersendiri. Dalam hal ini fungsi tersebut berkaitan dengan proses penerimaan order dari pelanggan. Kemudian pengeditan order serta otorisasi kredit yang dilakukan untuk menunjang proses pengiriman. 

Dari beberapa fungsi yang dimilikinya di bagian atas tadi. Tentunya dapat diartikan bahwa penjualan kredit bertanggung jawab atas proses penyerahan barang dari pesanan yang telah diterima. 

Sistem penjualan kredit

Secara sekilas sistem penjualan kredit telah dijelaskan pada bagian di atas tadi. Namun bagi Anda yang ingin mengetahuinya, sistem yang satu ini hadir dengan cara pembayaran yang dilakukan setelah barang diberikan. Sedangkan untuk pembayarannya itu sendiri dilakukan dalam kurun waktu tertentu yang mana telah disepakati oleh kedua belah pihak. 

Pada proses penjualan kredit, jika barang yang dipesan telah disampaikan pada pihak pelanggan. Tentunya dalam jangka waktu yang telah ditentukan untuk proses pembayaran. Sama artinya dengan pihak penjual memiliki piutang pada pihak pembeli. 

Pada sistem penjualan kredit, pihak penjual juga lebih memungkinkan untuk menambahkan volume penjualan. Hal tersebut dapat dilakukannya dengan cara memberikan kesempatan bagi para pelanggannya. 

Dengan kesempatan yang telah diberikannya tersebut. Tentunya dapat memicu pihak pelanggan untuk menambah atau membelanjakan produk dengan lebih banyak.

Merujuk pada sistem penjualan tersebut, tentunya jumlah pembeli pun akan terus meningkat. Itu sebabnya penjualan kredit dinyatakan sebagai solusi tepat untuk pembelian barang dengan mudah.