Faktor Penentu Dari Pihak Bank Dalam Menyetujui Pinjaman Kredit

Pinjaman kredit merupakan sebuah kesepakatan peminjaman dana yang dilakukan antara pihak peminjam dengan pihak bank. Seseorang yang ingin mengajukan kredit harus sanggup untuk melunasi hutangnya dengan bunga sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Saat mengajukan kredit biasanya menggunakan jaminan tapi ada juga yang tidak menggunakan jaminan. 

Beberapa poin yang bisa dilihat mengenai pinjaman kredit yaitu berupa peminjaman dana, kesepakatan pelunasan hutang beserta bunga. Dari poin tersebut dapat dijadikan pedoman akan kewajiban seseorang saat mengajukan kredit. Meski terlihat mudah nyatanya pengajuan kredit harus melewati beberapa tahapan. Apa saja yang membuat seorang nasabah bisa menerima pinjaman kredit? 

  1. Karakter

Hal utama yang cukup menjadi pertimbangan saat mengajukan kredit di bank adalah karakter. Sebelum pengajuan kredit diterima, akan ada wawancara antara pihak peminjam dengan customer service. Nantinya customer service akan menanyakan beberapa hal seputar latar belakang hingga gaya hidup sehari-hari. Dengan adanya wawancara tersebut, dapat diketahui karakteristik dari calon peminjam apakah dapat dipercaya atau tidak.

  1. Kemampuan

Selanjutnya adalah seputar kemampuan pengelolaan keuangan dari nasabah. Tidak hanya keuangan pribadi saja tetapi juga keuangan dalam bisnis yang dimiliki. Pihak bank dapat memberikan ‘lampu hijau’ saat nasabah tidak ada permasalahan keuangan.

  1. Modal

Maksud dari kondisi keuangan adalah kekayaan dan aset yang dimiliki dari calon peminjam. Faktor ini biasanya ditujukan bagi orang yang mempunyai suatu bisnis seperti misalnya aset investasi. Dengan mengetahui aset yang dimiliki maka pihak bank dapat menentukan berapa besaran pinjaman kredit yang diberikan. 

  1. Jaminan

Hal lain yang perlu diperhatikan peminjam yaitu masalah jaminan. Saat peminjam tidak mampu mengembalikan pinjamannya maka pihak Bank berhak menyita aset yang telah dijaminkan. Tentu saja jaminan harus sesuai nilainya dengan dana yang dipinjam.

Beberapa faktor tersebut menjadi poin penting dari Bank agar tidak sembarangan memberikan pinjaman. Dengan adanya ketentuan seperti diatas maka pihak Bank dapat menilai jika calon peminjam memang berpotensi. Itulah mengapa tidak semua calon peminjam dengan mudah mendapatkan pinjaman kredit.